<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>@femi_adi &#187; teman</title>
	<atom:link href="http://femiadi.com/tag/teman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://femiadi.com</link>
	<description>when writing the story of your life, don&#039;t let anyone else hold the pen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Apr 2012 05:35:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>tesis warna `burung&#8217; untuk warna kulit</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/04/28/tesis-warna-burung-untuk-warna-kulit/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/04/28/tesis-warna-burung-untuk-warna-kulit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 03:17:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=7024</guid>
		<description><![CDATA[ehm. sungguh, saya tidak bermaksud untuk rasis atau sejenisnya. hanya saja, dalam beberapa jam terakhir ini, saya selalu tersenyum saban mengingat tesis yang diajukan oleh umski, salah satu kerabat saya, tentang bayi dan warna kulit. umski, yang berkulit hitam, menikahi perempuan padang berkulit putih. pertanyaan yang muncul usai anaknya lahir tiga tahun silam adalah: &#8220;umski, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ehm. sungguh, saya tidak bermaksud untuk rasis atau sejenisnya. hanya saja, dalam beberapa jam terakhir ini, saya selalu tersenyum saban mengingat tesis yang diajukan oleh umski, salah satu kerabat saya, tentang bayi dan warna kulit.</p>
<p>umski, yang berkulit hitam, menikahi perempuan padang berkulit putih. pertanyaan yang muncul usai anaknya lahir tiga tahun silam adalah: &#8220;umski, kulit anak lo hitam atau putih?&#8221;  tentu saja, semua mendoakan anaknya berkulit putih.</p>
<p>saat itu, jawaban umski cukup melegakan, &#8220;untung anak gue ikut bini gue, putih &#8230;&#8221;</p>
<p>saya bertemu dengan umski semalam, bersama sejumlah kerabat yang lain. sambil menyeruput susu jahe di angkringan, dia membeberkan kekhawatirannya tentang anaknya makin gede makin hitam kulitnya, tak lagi putih.</p>
<p>&#8220;sebenernya ada cara untuk melihat bayi itu nanti gedenya kulitnya hitam atau putih. lihat aja `barang&#8217; nya, burungnya. kalau burungnya hitam, berarti kalau dia gede nanti kulitnya hitam. kalau merah, itu berarti dia gedenya kulitnya putih&#8230;. &#8221;</p>
<p>dan saya tidak bisa melupakan tesis umski itu.</p>
<p>ah <em>please, come on,</em> umski.</p>
<p>konon, keluarganya selalu heboh saat ada anggota baru lahir; yang dilihat pertama adalah warna burungnya, atau `barang&#8217; nya.</p>
<p>pertanyaan saya padanya sederhana saja, &#8220;umski, berarti waktu bayi burung lo hitam dong &#8230;&#8221;</p>
<p>oops.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/04/28/tesis-warna-burung-untuk-warna-kulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>menyiapkan perjalanan kecil</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/04/11/menyiapkan-perjalanan-kecil/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/04/11/menyiapkan-perjalanan-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 03:51:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=7013</guid>
		<description><![CDATA[seorang teman baik menemui saya, bertanya hal yang sangat sederhana: bagaimana caranya ke makau, beijing? ia berencana menjumpai mamanya yang ada di belahan bumi yang lain. agendanya cukup besar: konsolidasi keluarga. ia ingin yang terbaik untuk keluarganya; untuk papanya, mamanya, adiknya.  merampungkan perselisihan, mengakurkan hubungan darah. kami berbincang banyak. ia harus menyiapkan perjalanan kecil ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>seorang teman baik menemui saya, bertanya hal yang sangat sederhana: bagaimana caranya ke makau, beijing?</p>
<p>ia berencana menjumpai mamanya yang ada di belahan bumi yang lain. agendanya cukup besar: konsolidasi keluarga. ia ingin yang terbaik untuk keluarganya; untuk papanya, mamanya, adiknya.  merampungkan perselisihan, mengakurkan hubungan darah.</p>
<p>kami berbincang banyak. ia harus menyiapkan perjalanan kecil ini sesegera mungkin.</p>
<p>semoga semuanya menjadi lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/04/11/menyiapkan-perjalanan-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pertanyaan itu muncul lagi</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/11/pertanyaan-itu-muncul-lagi-2/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/11/pertanyaan-itu-muncul-lagi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 12:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[chatting]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo]]></category>
		<category><![CDATA[ym]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6952</guid>
		<description><![CDATA[pertanyaan itu selalu muncul, dan muncul lagi. membuat saya ingin selalu tergelak, dan malu mengingatnya. bukannya apa-apa, tapi ya kok sudah sekian lamanya, saya masih begini-begini saja. &#8220;kita kenal sudah lama ya &#8230; tahun berapa itu?&#8221; tanyanya, sambil tergelak, lalu pura-pura mengingat. tak lama, dia akan menjawab sendiri pertanyaan yang dilontarkannya, &#8220;2004 &#8230;&#8221; teman baik. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pertanyaan itu selalu muncul, dan muncul lagi.</p>
<p>membuat saya ingin selalu tergelak, dan malu mengingatnya. bukannya apa-apa, tapi ya kok sudah sekian lamanya, saya masih begini-begini saja.</p>
<p>&#8220;kita kenal sudah lama ya &#8230; tahun berapa itu?&#8221; tanyanya, sambil tergelak, lalu pura-pura mengingat. tak lama, dia akan menjawab sendiri pertanyaan yang dilontarkannya, &#8220;2004 &#8230;&#8221;</p>
<p>teman baik. sahabat baik. abang baik.</p>
<p>pertemuan itu bermula dari perbincangan di chatroom yahoo saat kami saling mencari teman, di tahun 2004. perbincangan seru hingga saru sering muncul diantara kami, dengan gelak yang tak ada habisnya, dengan tawa yang tak ada ujungnya.sebentar-sebentar kami membincangkan isu politik. sebentar-sebentar kami menggosipkan tokoh publik. sebentar-sebentar kami membagi cerita keluarga.</p>
<p>hingga 2012, relasi ini tetap hangat, bersahabat.</p>
<p>tapi sungguh saya geli, sebel, risih, canggung &#8230; saban pertanyaan itu muncul: &#8220;kita kenal sudah lama ya &#8230; tahun berapa itu?&#8221;</p>
<p>betapa saya menghargai relasi yang saling-menghormati ini.  tidak ada kepentingan apapun kecuali berbagi, berteman, bersahabat, bersaudara.</p>
<p>tak lebih.</p>
<p>siang ini saya menemuinya, dan mendapatkan pertanyaan yang sama. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/11/pertanyaan-itu-muncul-lagi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>setahun dengan krasnaya</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/02/03/setahun-dengan-krasnaya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/02/03/setahun-dengan-krasnaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 04:48:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[ragam cuatan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[krasnaya]]></category>
		<category><![CDATA[satria FU]]></category>
		<category><![CDATA[suzuki]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6931</guid>
		<description><![CDATA[satria saya, krasnaya, sudah berumur setahun. saatnya bayar pajak. tak cuma umurya yang setahun saja yang membikin saya happy. tapi saya sudah melunasi cicilan kendaraan itu. horeeeeee! krasnaya adalah kendaraan bermotor pertama saya di jakarta, sejak 2003 saya memutuskan untuk menyesaki kota ini. tak pernah saya berkeinginan punya kendaraan bermotor lantaran kendaraan yang ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>satria saya, krasnaya, sudah berumur setahun. saatnya bayar pajak. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>tak cuma umurya yang setahun saja yang membikin saya happy. tapi saya sudah melunasi cicilan kendaraan itu. horeeeeee!</p>
<p>krasnaya adalah kendaraan bermotor pertama saya di jakarta, sejak 2003 saya memutuskan untuk menyesaki kota ini. tak pernah saya berkeinginan punya kendaraan bermotor lantaran kendaraan yang ada di jalanan sudah kelewat sesak dan jamak dibawakan dengan ngawur. hanya saja, jarak rumah-kantor yang lumayan jauh dan harus ditempuh dengan menguras ongkos taksi-mikrolet-metromini-ojek, akhirnya saya memilih untuk membungkus si merah krasnaya pulang dari showroom-ya di ciledug.</p>
<p>terimakasih untuk bleki dan bang beb yang sudah mensponsori pencarian si merah melalui mas rohim. terimakasih terimakasih. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>setahun ini, saya sudah jatuh dengan krasnaya. saya juga sudah menungganginya dengan sejumlah kerabat yang gila roda dua. terimakasih untuk melce yang mau berepot-repot menguruskan pembuatan pelat, membelikan olie, mau dititipi si krasnaya saat saya pergi keluar kota, dan mengajari saya menyimpan kanebo dibawah jok motor.</p>
<p>saatnya ambil BPKB. sayangnya, tetap saja, bukan nama saya yang ada di sana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/02/03/setahun-dengan-krasnaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dari dulu, kami tetap saja begini</title>
		<link>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 08:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cidodol residence]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pjka]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[atmajaya]]></category>
		<category><![CDATA[fisipol]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6947</guid>
		<description><![CDATA[di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya. sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di meja di sudut cazbar kuningan, kami akhirnya membahak. ya, kami mentertawakan diri kami sendiri. paimun dan saya.</p>
<p>sejak kuliah kami berteman, lalu saya ke jakarta untuk bekerja dan weekend di jogja untuk bertemu dengan teman-teman d jogja, hingga akhirnya dia juga memilih Jakarta untuk tempat melewatkan usia, nyatanya tak ada yang berubah dari kami: kami menghabiskan long weekend bersama. no other woman, no other man; juwt two of us.</p>
<p>oh my gosh.</p>
<p>2003 hingga 2009 atau 2010, saya pulang ke jogja untuk berjumpa dengan ayah saya, dan juga sejumlah sahabat, termasuk paimun.  malam hari, usai ayah istirahat, saya selalu memilih untuk bertemu dengan si beb dan paimun. kami menghabiskan malam panjang dengan main biliar ngobrol, kongko, hangout, makan-makan.</p>
<p>begitu terus saban minggu.</p>
<p>satu-dua kesempatan, kami dugem bersama, saat kerabat yang lain pulang ke jogja, meninggalkan memori yang tak tergantikan: mabuk rusuh, makan gudeg dan jackpot di mobil baru.</p>
<p>dan 2012, nyatanya tak ada yang berbeda. long weekend ini saya masih menghabiskan weekend saya dengan paimun.</p>
<p>kami memesan satu pitcher heineken beer, dan french fries, setelah kami sebelumnya menghabiskan pork chop di ya udah bistro. perbincangan kami pun tak jauh dari masa kuliah, menggosipkan si ini dan si itu, romantisme jogjakarta, dan mimpi kecil di masa yang akan datang.</p>
<p>kami menggelak. kami tak bisa berhenti tertawa. mentertawakan diri kami.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2012/01/23/dari-dulu-kami-tetap-saja-begini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221;</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 07:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makan-makan]]></category>
		<category><![CDATA[pork]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6867</guid>
		<description><![CDATA[mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya. malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mulutnya memang menggelikan. selalu menggelikan. saya meyukai spontanitasnya.</p>
<p>malam itu kami bertiga, memutuskan untuk kongko satu-dua jam di supermarket yang buka 24 jam. asik. ada makanan fresh yang dimasak oleh koki. pasta. pizza. nasi goreng. mie goreng. selebihnya, ada buah dan sayur segar dengan disajikan ala salad. selebihnya, ada bir yang dengan mudahnya diangkut tanpa ada charge restoran.</p>
<p>pilah-pilih daging segar, ia bilang supermarket itu bisa menggorengkan daging yang ada disitu. wow. &#8220;pilih bacon yuk, ato sosis babi &#8230;&#8221; katanya.</p>
<p>kami seru memilih-milih sosis babi, bacon.</p>
<p>&#8220;engga bisa digorengkan kalo babi,&#8221; begitu kata masnya yang menggawangi area perdagingan. alasannya, katanya, karena pancinya untuk yang non-babi saja.</p>
<p>&#8220;wah, tau gitu saya bawa panci sendiri &#8230;&#8221; selorohnya. mengejutkan.</p>
<p>mulutnya. mulutnya. selalu menggelikan.  alhasil, kami hanya menggoreng beef bacon. selebihnya, pasta, pizza dan salad buah.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/25/tau-gitu-saya-bawa-panci-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>gunung tangkup/abang, persawahan ubud hingga romantisme senja di kuta</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/22/gunung-tangkupabang-persawahan-ubud-hingga-romantisme-senja-di-kuta/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/22/gunung-tangkupabang-persawahan-ubud-hingga-romantisme-senja-di-kuta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 15:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6872</guid>
		<description><![CDATA[pada awalnya, saya sudah menyerah untuk perjalanan gowes ke bali ini. pasalnya, sejak awal oktober, mas cis sudah ngabani saya dengkul berlevel intermediate di rute sepanjang 45 kilo meter di hari pertama. lihat gambarnya sih asik. lihat treknya juga seru. tapi kalau lihat kekuatan dengkul yang belum-tentu-sebulan-sekali-gowes, rasanya saya lebih baik memilih rute narsis di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pada awalnya, saya sudah menyerah untuk perjalanan gowes ke bali ini. pasalnya, sejak awal oktober, mas cis sudah ngabani saya dengkul berlevel intermediate di rute sepanjang 45 kilo meter di hari pertama. lihat gambarnya sih asik. lihat treknya juga seru. tapi kalau lihat kekuatan dengkul yang belum-tentu-sebulan-sekali-gowes, rasanya saya lebih baik memilih rute narsis di hari kedua, di kawasan persawahan ubud.</p>
<p>&#8220;nanti yang etape kedua lebih menantang fem &#8230;&#8221; kata om erry. ah sial. kata &#8216;menantang&#8217; itu bukankah terdengar &#8216;sulit&#8217;?</p>
<p>tapi saya memilih untuk menjalani saja. adanya sejumlah srikandi dalam perjalanan ini, mengindikasikan bahwa &#8216;semuanya akan baik-baik saja&#8217;.</p>
<p>perjalanan dimulai.</p>
<p>hari pertama, sabtu 19 november 2011, nyatanya, dengkul adalah modal utama. sejumlah tanjakan kecil tak bisa saya lewati dengan kayuhan dua dengkul saya. terlalu berat. jalanan berbatu, berpasir, tetap menyisakan kekhawatiran pada saya meski saya sudah mengenakan dengkul-protektor dan mengganti sadel sepeda dengan selle royal plugin ergogel dan memangkas seatpost menjadi sedikit lebih pendek.</p>
<p>treknya sedikit berbeda dari tangkuban perahu yang banyaak jalan setapak kecil nan sempit. kali ini, lebih lapang namun sejumlah turunan tetap terasa terjal karena bauran tanah-pasir-batu. hujan membuat pasir kian melekat dan semakin padat. ah, terimakasih hujan.</p>
<p>music-speaker yang diusung mas cis membuat gowesan ini mirip odong-odong; apalagi, ada lagu ayu ting-ting disana. suasana di pengunungan dengan rerimbunan pohon dan bau khas hutan membikin hati lebih adem.  tapi napas saya masih pendek saja: saya tak bisa menyanyi layaknya yang lain saat menggowes. dan saya masih ada di barisan paling bontot bersama dengan marshall-marshall. :p</p>
<p>saya menikmati saat sepeda saya menghalau kubangan air, merangsek dengan serunya membelah air dan membiarkan roda mencari jalannya sendiri untuk menemukan jalan keluar dari kubangan itu.  rasanya seperti mengembalikan masa kanak-kanak, bersepeda di pekarangan belakang rumah. bedanya, saat itu ada ibu dan mbah putri yang meneriaki &#8220;femi, hujan. main sepedanya sudah. nanti masuk angin&#8230;&#8221; kini justru sebaliknya, &#8220;trek trek trek trek &#8230; &#8221;</p>
<p>durian menjadi obat capek di mulut gunung. lucunya, satu durian berisi satu pongge saja.</p>
<p>dan etape kedua dibatalkan karena hujan dan kadung ganti baju/beberes di restoran.</p>
<p>hari kedua, minggu 20 november 2011, matahari membakar wajah saya di sepanjang pematang sawah. ah, menyenangkan. bebek-bebek menjadi perburuan pak rudiantara untuk berpose dengan sepedanya.</p>
<p>kesasar sana-sini. menemukan mentimun sebagai penambah energi. mengisi water bladder dengan air dari mata air. dan saya didorong oleh om erry saat berada di tanjakan. aaah! ***see femi, betapa jam terbang dengkulmu kurang tinggi***</p>
<p>&#8220;hallo femi &#8230;&#8221; om heru menyapa, kali ini lebih jinak ketimbang di tangkuban perahu. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   yah, menggelikan. om heru gowes menyalip saya, dan menyapa dengan nada ringan, riang. saya selalu terbahak dibuatnya.</p>
<p>dan kuta menjadi tujuan akhir; menyusuri tepian pantai hingga legian. menyandarkan letih pada senja.</p>
<p>terimakasih untuk perjalanan ini. terimakasih untuk RC3 yang memperbolehkan saya mengenakan kaos berlabel RC3.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/22/gunung-tangkupabang-persawahan-ubud-hingga-romantisme-senja-di-kuta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dua agama, satu cinta</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/dua-agama-satu-cinta/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/dua-agama-satu-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 11:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[isu indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6838</guid>
		<description><![CDATA[perdebatan ini tak pernah usang: pacaran beda agama. sayangnya, kita hidup di tempat yang menjadikan agama sebagai salah satu benchmark untuk semua lini kehidupan. dari yang remeh temeh, hingga yang gigantic. dari perkara minta sumbangan di kampung, hingga isu toleransi antar umat beragama. saya hanya bisa tersenyum saja mengingat semuanya. si ini. si itu. si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>perdebatan ini tak pernah usang: pacaran beda agama.</p>
<p>sayangnya, kita hidup di tempat yang menjadikan agama sebagai salah satu benchmark untuk semua lini kehidupan. dari yang remeh temeh, hingga yang gigantic. dari perkara minta sumbangan di kampung, hingga isu toleransi antar umat beragama.</p>
<p>saya hanya bisa tersenyum saja mengingat semuanya. si ini. si itu. si ini. si itu. si ini. si itu.</p>
<p>agen asuransi saya bercerita tentang kehidupannya yang harmonis: dia hidup dengan lelaki yang berbeda agama dengannya.  &#8220;kami bikin perjanjian fem.  kalau dia mau agama anak kami ikut dia, ya dia harus konsisten untuk ngajarin agamanya pada anak kami, dan begitu juga sebaliknya,&#8221; katanya. mereka menikah di paramadina.</p>
<p>kolega saya juga menikah dengan cara  yang unik. demi menjaga wasiat orang tua yang anaknya harus menikah dengan cara muslim, maka yang non-muslim pun hijrah ke muslim. sesudahnya, keduanya kembali menjalani hidup dengan agama masing-masing.</p>
<p>teman saya yang lain justru `abangan&#8217;. dia bisa menikahi siapa saja, agama apa saja.</p>
<p>kerabat saya tengah menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang beda agama. tarik ulur siapa yang pindah agama apa pun terus terjadi. keduanya kuat, keduanya taat.</p>
<p>apakah Tuhan pernah jatuh cinta?</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/dua-agama-satu-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Water bladder bag pengganti termos air</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 02:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[deuter]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sepedahan]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/</guid>
		<description><![CDATA[Idenya mantap: mengganti termos air di kantor dengan water bladder bag. &#8220;ketimbang wira-wiri ambil air di galon, lebih baik sekali ambil, ditaruh di water bladder bag ini, dan kalo haus tinggal disedot aja &#8230;&#8221; kata lisa. Ya, ya. Menarik! Akan terlihat lucu, tapi tetap terlihat gaya. Bladder itu bisa ditaruh dimana saja, tanpa takut tumpah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Idenya mantap: mengganti termos air di kantor dengan water bladder bag. </p>
<p>&#8220;ketimbang wira-wiri ambil air di galon, lebih baik sekali ambil, ditaruh di water bladder bag ini, dan kalo haus tinggal disedot aja &#8230;&#8221; kata lisa.</p>
<p>Ya, ya. Menarik! </p>
<p>Akan terlihat lucu, tapi tetap terlihat gaya. Bladder itu bisa ditaruh dimana saja, tanpa takut tumpah. Mau posisi horisontal atau vertikal, tetap saja tak meninggalkan kekhawatiran akan ngglimpangnya gelas di sekitar kubikel, atau tersenggolnya termos air. Asik kan? </p>
<p>Saya sendiri membayangkan saya akan bekerja di depan layar komputer, dan meletakkan bladder di sisi kiri saya, tepat diatas tumpukan buku dan kertas-kertas press conference yang menggunung. Saya, yang biasanya menjauhkan posisi gelas dan termos dari area papan kunci, pastinya akan lega untuk menaruh water bladder bag dimana saja. </p>
<p>Coba ah ide gila ini. <img src='http://femiadi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terimakasih, lisa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/21/water-bladder-bag-pengganti-termos-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>galau di usia 21</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/20/galau-di-usia-21/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/20/galau-di-usia-21/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 11:01:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita cinta]]></category>
		<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[pit-pitan]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[galau]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[rajawali]]></category>
		<category><![CDATA[RC3]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6836</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;umur kamu berapa sih?&#8221; &#8220;21 tahun &#8230; umur segitu kan lagi galau-galaunya &#8230;&#8221; &#8220;galau &#8230;&#8221; kami membahak, tergelak mendengar &#8216;umur 21&#8242;, dan juga &#8216;galau&#8217;. mendadak, saya ikutan galau juga, bukan karena umur saya 21 tahun, tetapi karena umur saya sudah melampaui satu dekade dari usia itu. &#8220;waktu umur 21, aku galau juga gak ya? ngapain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;umur kamu berapa sih?&#8221;<br />
&#8220;21 tahun &#8230; umur segitu kan lagi galau-galaunya &#8230;&#8221;<br />
&#8220;galau &#8230;&#8221;</p>
<p>kami membahak, tergelak mendengar &#8216;umur 21&#8242;, dan juga &#8216;galau&#8217;.</p>
<p>mendadak, saya ikutan galau juga, bukan karena umur saya 21 tahun, tetapi karena umur saya sudah melampaui satu dekade dari usia itu.</p>
<p>&#8220;waktu umur 21, aku galau juga gak ya? ngapain ya aku umur 21 waktu itu?&#8221; saya mencoba mencari memori saya, sepuluh tahun silam.</p>
<p>sial. isinya memang kuliah, FIAT TV, pacaran, asik berargumentasi, memulai riset untuk bikin film, mencoba berpolitik, dan sejenisnya.  ah, saya harus menggeledah memori saya kembali untuk masa-masa itu.</p>
<p>sebagian besar yang buruk dan menggalaukan hati di usia 21, rasanya saya sudah menguburnya. kini saatnya mentertawakan kegalauan masa itu. tapi itu bukan berarti saya tak galau lagi. soalnya, saat ini saya punya kegalauan yang lain.</p>
<p>saya mendadak rindu kembali ke usia 21 untuk merisaukan hati dan sibuk merancang mimpi.</p>
<p>sayang, usia itu tak akan kembali.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/20/galau-di-usia-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ada komodo di kepalanya?</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/14/ada-komodo-di-kepalanya/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/14/ada-komodo-di-kepalanya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 06:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kubikel]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<category><![CDATA[wartawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6830</guid>
		<description><![CDATA[Kami membicangkannya, Dan terus membincangkannya. Tahu, soal apa? Soal tangannya yang terus menari sepanjang hari tiada henti di kepalanya; entah, mencari apa disana. Kami terus membikin guyonan tentang kelakuannya itu. &#8220;Ada komodo di kepalanya &#8230;&#8221; atau, &#8220;dia sedang mencari gorilla di kepalanya &#8230;&#8221; entah, apa yang mengantarkannya pada aktivitasnya itu. Mungkin shampo yang tidak cocok. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami membicangkannya, Dan terus membincangkannya. Tahu, soal apa? Soal tangannya yang terus menari sepanjang hari tiada henti di kepalanya; entah, mencari apa disana.</p>
<p>Kami terus membikin guyonan tentang kelakuannya itu. &#8220;Ada komodo di kepalanya &#8230;&#8221; atau, &#8220;dia sedang mencari gorilla di kepalanya &#8230;&#8221;</p>
<p>entah, apa yang mengantarkannya pada aktivitasnya itu. Mungkin shampo yang tidak cocok. Mungkin ketombe yang sudah menebal. Atau bisa jadi, hanya iseng saja.</p>
<p>Sebentar. Iseng? Ah, bahkan dalam kondisi apapun, dimanapun, tangannya tak pernah berhenti beraktivitas. Duduk, berdiri, tetap saja tangannya tak pernah lebih dari sejengkal jaraknya dari kepalanya. Di depan komputer, di ruang makan, tetap saja begitu.</p>
<p>Hhiiy!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/14/ada-komodo-di-kepalanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ide, dan niat untuk membebek</title>
		<link>http://femiadi.com/2011/11/11/ide-dan-niat-untuk-membebek/</link>
		<comments>http://femiadi.com/2011/11/11/ide-dan-niat-untuk-membebek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 11:19:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Femi Adi</dc:creator>
				<category><![CDATA[friends from heaven]]></category>
		<category><![CDATA[gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://femiadi.com/?p=6819</guid>
		<description><![CDATA[ide, sebenernya mahal atau murah sih? sampai sekarang, benak dan hati saya tak cukup akur untuk hal ini. untuk menengahinya, saya biasanya berdamai dengan menyurungkan kalimat ini: tak semua orang kreatif; sebagian besar hanya membebek dan mencari untung dari kekreatifan orang lain. kasihan. miskin ide. dan tak mengupayakan kekreatifan. (kegundahan ini merespons kegundahan yang ditularkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ide, sebenernya mahal atau murah sih?</p>
<p>sampai sekarang, benak dan hati saya tak cukup akur untuk hal ini. untuk menengahinya, saya biasanya berdamai dengan menyurungkan kalimat ini: tak semua orang kreatif; sebagian besar hanya membebek dan mencari untung dari kekreatifan orang lain.</p>
<p>kasihan. miskin ide. dan tak mengupayakan kekreatifan.</p>
<p>(kegundahan ini merespons kegundahan yang ditularkan oleh kerabat saya tentang rebus alias rencana busuk koleganya yang secara terang-terangan membebek gagasannya)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://femiadi.com/2011/11/11/ide-dan-niat-untuk-membebek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

