kumpul heboh, heboh kumpul

Comments Off

mulainya dari sini

ini bukan pertemuan pertama, tetapi kedua. tetapi, ini pertemuan pertama setelah sistem anyar ini menggelinding.

spaghetti, rogohan ponds yang bersembunyi entah dimana, hingga jendela yang dibuka sedikit; adalah pertanda keriangan dan semangat baru. yay, ini dunia baru kami. kami saling meraba. saling membuka. dan mencatatkan sejarah.

nyatanya, banyak yang dikeluhkan. soal ini-itu. soal ini-itu. juga, ada yang dibanggakan. soal ini-itu, soal ini-itu. disinilah saya tahu persis bagaimana belajar menunggu, bersabar dan berhitung.

tapi saya senang melihat mereka terlihat bersemangat; setidaknya mempertahankan semangat mereka untuk tetap terlihat bersemangat. di dalam sana, mereka harus mengubah pola hidup. menggeser kebiasaan. sekaligus mempercepat langkah.

tidak mudah memang; tapi entah darimana keyakinan itu datang, saya yakin mereka akan melampauinya. pun saya.

jika gelindingan hidup anyar yang kami alami saat ini nantinya berbuah bagus, ya berarti ini menjadi hal yang mengesankan dan menakjubkan. sebaliknya, bila nantinya berbuah jelek, ya berarti ini adalah pengalaman berharga yang bisa kami petik.

terimakasih untuk seluruh upaya dua minggu pertama ini.

kubikel L: dari kentang, pantyliners, minyak rantai, obeng sepeda hingga iPad

Comments Off

monggo, yang kumplit ada di kubikel femi

yes!

melce, kolega saya di pabrik kata-kata ini sudah mengabarkan sebelumnya: kubikel L saya baru. yay, tepatnya, kubikel L kami baru.

terima kasih, terima kasih. :)

akhirnya saya memiliki kubikel L ini kembali. yah, memang agak berbeda dengan kubikel lain di lantai dua. lebih pendek, lebih mini. tapi apapun itu, tetap harus disyukuri to?

saya memilih kubikel yang dekat dengan jendela. soalnya, biar bisa melihat dunia. :) yay, pencakar langit ada di sebelah sana, sana dan sana. sementara itu, saya menghuni lantai tertinggi di pabrik kata-kata ini: lantai tiga! :)

kepanikan sempat menyergap, saat saya terindikasi tidak menghuni pinggir jendela. usak-usek-usak-usek. yayh! akhirnya saya ada di sebelah sini, persis meja yang berseberangan dengan didi mengabdi, dan bersebelahan dengan alek marelek.

dan lagi-lagi, kubikel saya ini sarat dengan perkakas yang penting dan sangat penting: kunci L sepeda, obeng nomer 9 buat sepeda, mug starbucks, koleksi teh, kentang, kabel data, payung, jas hujan, selimut, alas tidur, saringan kopi dan teh, salib … ow ow ow …

eniwei, terima kasih untuk melce yang men-set up cpu untuk ada di bawah, sembunyi di kolong bersama sepatu merah saya. barusan, saya mengangkut beberapa perkakas kuliner saya yang lain: saringan teh, bandrek hanjuang, sekoteng. selebihnya, bantal gulung untuk meringkuk di kolong meja.

o ya, kubikel L anyar saya ini strategis. meski engga bisa sebentar tidur, tapi saya bisa sebentar ngolong, seperti yang jamak saya lakukan hingga tahun 2008 silam.

bagaimana, ada yang mau ngolong sama saya? :p

era kubikel pak camat sudah berakhir

Comments Off

ganti baru

saya ingat persis bagaimana kagetnya saya saat mendapati kubikel anyar saya mirip meja pak camat.

meja besar, berkaca, dengan laci di kanan dan kirinya. “haduh …” batin saya, saat itu. rupanya era kubikel L dengan locker besi sudah tamat. saatnya saya menyingkir dari masa-masa kenyamanan. :)

bersabar, dan bersabar. yaps, kepindahan saya ke divisi online adalah ‘command’. dus, apapun itu, saya harus menadahnya dengan suka cita. yay!

tapi tetap saja, kalau kubikel pak camat ini dibandingkan dengan kubikel L … kubikel L ini memang surganya kubikel. yah, setidanya, buat saya. kolong kubikel bisa untuk menggudangkan perkakas, bahkan sepeda lipat saya. selebihnya, bisa untuk me-recharge energi menghadapi tenggat berikutnya.

sejak 2003, saya mendapatkan kubikel L yang uenak. ada di sudut di dekat pintu keluar masuk. berjumpa dengan begitu banyak orang yang berlalu-lalang dan sering sebentar mampir untuk berbincang dengan saya. mulai bergosip soal kolega, berbagi rahasia, hingga sapuan isak tangis. what a great corner L cubicle! *berbincang dengan manusia, nyatanya tetap lebih menyenangkan ketimbang di dunia maya*

di tahun 2008, saya harus melepasnya untuk ucrit, sahabat saya di pabrik kata-kata ini, karena kepindahan saya ke divisi online; yang kemudian diteruskan kepada bleki, sahabat saya yang lain, pada pertengahan tahun 2009 lalu.

saya? terang saja, harus menikmati kubikel pak camat.  oouch!

tapi minggu depan masa berkubikel pak camat ini segera berakhir. tumpukan kubikel anyar sudah menggunung di bagian tengah ruangan ini. “nanti kubikelnya L, hanya sedikit berbeda dengan yang di bawah. engga tinggi, tetapi tetap ada pembatasnya,” kata mas ari, kolega saya di pabrik kata-kata ini.

saatnya berpose! ini histori. tahu kenapa? yomesyojel, era kubikel pak camat sudah berakhir.

sandwich bakar, reuni kecil dan gelak hangat

Comments Off

suwe ora jamu. :)

entah, berapa lama kami tak berbincang dengan mbak ika, kolega saya di pabrik kata-kata yang sudah memindahkan kubikelnya di gedung sebelah. barangkali lebih dari sebulan, atau bahkan lebih dari itu. gosip kecil, perbincangan tentang manusia pekerja, cerita soal si kecil, aih … lama tak membungkusnya. semua ini adalah perbincangan yang hangat yang jamak kami kemas dalam bahasa jawa seadanya.

panggilannya sekarang: ibu c.e.o. :p

apapun itu, dia tetap saja teman berbincang yang seru, sarat gosip dan selalu disertai dengan acara makan-makan. gelak hangat akan menjadi ujung dari setiap cuatan kami.

kali ini soal bambam yang menggunakan pensil alis untuk membikin kumis dan bulu dada dengan bentuk pohon natal. hahaha …. dan karena pensil alisnya hampir habis, bambam berencana menggantinya dengan lipstick! owwch!

juga bandelnya katrin, yang nyatanya jauh lebih bandel dari bambam. wah, ini mah harus diselidiki, turunan genetikanya siapa. :p

yang tak kalah seru adalah soal kolega di pabrik kata-katanya, si pemakan selada di pagi hari; yang membungkus vespa piaggio meski tak bisa mengendarainya. *bagaimana kalau dihadiahkan pada saya saja, bang?*

yay, roti bakar fillet dori ini tidk terasa lebih lezat ketimbang beef blackpepper pesanan mbak ika. ya sudahlah. yang penting perbincangan ini terus saja menguar.

tentang lampu pabrik yang otomatis mati saban jam 7 malam, dan menggantinya dengan lampu neon alakadarnya. aduh … kalau sudah begini, betapa saya menyadari mewahnya pabrik kata-kata yang saya huni saat ini.

terimakasih untuk reuni kecil ini. untuk menyecap roti bakar fillet dori beraroma sate babi. juga, gosip-gosip kecil yang membumbui perjumpaan ini.

ribuan email terpindah ke keranjang sampah

Comments Off

oouch!

“aku udah mendelete semuanya email anak-anak. jadi yang nyisa ya per hari ini …” kata edy can, kolega saya di pabrik kata-kata ini.

sontak, saya dan beberapa kolega yang lain membelalak.  “whattttttttt ed …???”

ia menjelaskan dengan wajah datar. “iya, abisnya kan banyak banget, risih lihatnya. jadi aku delete aja. masuk ke trash …”

saya dan beberapa kolega masih tak percaya. “aiiiihhhh ed …”

dan ia kembali membeberkan dengan sewajarnya. “banyak banget kan … dari kapan tuh. nasional kan beritanya banyak … aku delete aja …”

lagi, saya dan beberapa kolega masih tak menguar. “haaaaahhh ed …”

lagi, ia menjelaskan dengan lebih singkat. “aku delete dan masuk ke trash. menuh-menuhin inbox …”

wajahnya datar. semuanya tampak sederhana, praktis dan simpel.  ita menggelak, sementara saya dan beberapa kolega lain yang tercengang pun menggelak.

sebenernya ada nilai yang lebih bermakna ketimbang menyederhanakannya dengan memasukkannya ke keranjang sampah: itu database.

kami geli. itu sebabnya kami terbahak. lihat, bahkan ita pun sampai menangis dibuatnya.