semua ini milik si empunya hidup

Comments Off

saya sudah terbiasa dengan ‘kehilangan’.

saya yakin betul, itu adalah siklus penyeimbang setelah saya ‘mendapatkannya’. satu datang, dan satu pergi. selalu seperti itu. tidak ada yang menggudang untuk tetap tinggal selamanya. kecuali memori, apapun itu.

dan itu adalah buncah hangat di ujung minggu yang jamak angkut di jogja. mulai dari gelak ceria membincangkan si anu dan si anu, membikin fitnah-lucu untuk para kerabat, suapan hangat mi godog di pengkolan ngasem maupun pelataran terminal terban, hingga acara-meminjam-bahu untuk berbagi isak tangis dan rasa sesal.

ya, saya tak akan lagi bisa membungkusnya. bahkan sejak semalam, acara makan malam tidak lagi milik saya. :(

tapi … yah. semuanya ini milik Si Empunya Hidup. ya, semuanya ini milik Si Empunya Hidup. butiran keringat dan semangat yang besar yang menggemukkan saldo rekening saya, itu adalah semuanya milik Si Empunya Hidup. pagi di ujung minggu yang selalu mendatangkan rasa malas untuk beranjak, itu juga milik Si Empunya Hidup. tumpukan batu bata dengan sokongan kayu yang sangat kokoh yang tak luruh saat bumi menari tiga tahun silam, itu juga punya Si Empunya Hidup.

seperti yang saya lihat pada ayah dan ibu saya, mereka pindah ke rumah yang baru tanpa mengusung apapun. kecuali kenangan manis di benak, sedikit kesebalan dan juga rasa rindu yang tak akan pernah lunas terbayarkan.

dan kini saya harus kehilangan lagi.  ya, ujung minggu yang hangat dengan gelak bersama sahabat.

resep sehat sampai tua

Comments Off

padanya saya bertanya, “apa resep sehat sampai umur 70-an?”

yahya gunawan. laki-laki bersepatu-kungfu dengan sosok badan yang tegap. tutur katanya lepas, tak lagi berbeban berat. gelaknya renyah. ujarannya selalu dibungkus dengan gerakan lincah kedua tangannya, menggambarkan ini dan itu. dan usianya lewat dari 70 tahun. 

ia menjawab dengan simpel, “saya tidak memasukkan sampah dalam pikiran saya … ” sampah itu adalah pikiran kotor, negatif, kemarahan, dan sejenisnya. hidup ya menggelinding begitu saja. memikirkan hal positif, strategis, praktis.

jawaban itu tak jauh dari jawaban yang pernah dilontarkan ayah saya.

pikiran, adalah sebuah wadah. nah, soal apa isi wadah itu, ya terserah kita-kita yang punya pikiran. membebaninya dengan hal-hal berat seperti rasa kesal, penyesalan, dendam, rasa marah, dan tetek-bengek yang ‘nyampah’ bakalan menggerus kegembiraan, keriangan, hal positif, kelegaan.

ya, saya tahu persis mengapa orang-orang seusia ayah saya, dan juga pak yahya sehat sampai tua: memilih untuk meringankan pikirannya dengan menyortir sampah-sampah agar tak ikut-masuk ke dalamnya.

yaps.

terbang murah dengan garuda

Comments Off

duh, saya jadi merasa seperti marketing-nya garuda indonesia.

bukan, bukan, saya bukan marketing-nya maskapai pelat merah ini, kok. saya hanya sedikit ingin memamerkan keajaiban berkendara dengan maskapai garuda; seiring dengan segudang keinginan untuk melakukan perjalanan kecil di ujung minggu.

garuda memiliki surprise fare untuk menerbangi seluruh rutenya pada periode tertentu. bisa jadi, ini adalah sebuah upaya untuk berkompetisi dengan maskapai domestik. kalian bisa ancang-ancang untuk melakukan perjalanan ke kota lain.

ketimbang renang menyeberangi lautan, atau berjam-jam menghabiskan waktu perjalanan di bus, menyeberang lautan, dan berjam-jam sampai ke tujuan. bukankah pelukan hangat, jabat erat, perbincangan seru, salam rindu adalah bagian yang tak-tergantikan dalam sebuah perjalanan? perjumpaan itu menjadi sangat mahal, bahkan lebih mahal ketimbang surprise fare garuda!

saya menilik kalender. ada sejumlah kerabat yang harus saya jumpai.

kunci rumah kos

Comments Off

lagi, kunci rumah kos tertinggal. hanya saja, bukan di jogja, tetapi di malang.

ini bukan pertama kali bagi saya dengan-tidak-sengaja-meninggalkan-kunci saat memiliki ujung minggu yang menyenangkan diluar jakarta. ini sudah yang-ke-sekian-kali. dua lembar kaos dan kemeja masih terlipat rapi di dalam tas geret usai weekend escape ke malang, hari ini. inilah modal untuk hidup besok, dan lusa.

saya baru teringat kunci itu tertinggal di rumah nino saat kami menginjak arboretum, batu, jawa timur. untuk kembali ke bukit tidar, jelas kami akan ketinggalan pesawat. alhasil, saya meminta nino untuk mengirimkan kunci itu besok, one day service.

saat begini, saya sangat bersyukur memiliki pabrik kata-kata yang dengan kelegaan yang amat besar menaungi pelupa macam saya. meminjamkan kursi-kursi untuk alas tidur, dan juga AC agar tidak kepanasan. selebihnya, air mandi yang menghangat hanya dalam satu putaran, dan juga air mineral untuk mengasup energi sepanjang hari.

ya, barangkali faktor U. pelUpa. :p

titi dan permen jahe

Comments Off

nyatanya, tak setiap bocah cilik menyukai gula-gula khas kesukaan anak-anak kecil.

lihat saja titi; jagoan gita. saya, dan juga nino maupun eny dan ica, membelalak dengan kegemaran bocah yang satu ini. bukannya menggemari cokelat, permen, makanan ringan yang cihuy, tetapi permen jahe. ow!

permen jahe ini sudah sangat kuno. setidaknya, permen ini sudah tercatat di dalam buku Island of Java karya John Joseph Stockdale, pelancong berkebangsaan Inggris, yang menyebutkan, pada tahun 1778 Belanda mengirim sebanyak 10.000 pon (atau sekitar 5.000 kilogram) produk yang disebut candied ginger dari Batavia ke Eropa. makanan ini digemari di Eropa karena menyembuhkan kembung atau dalam istilah ilmiah disebut flatulensi. khasiatnya mirip obat anti mabuk. sebuah penelitian menunjukkan, saat orang diputar-putar di kursi agar mabuk, sebanyak 940 mg bubuk jahe akan mengurangi rasa mabuk ketimbang obat lain.

dan rupanya permen jahe menjadi andalan gita untuk membujuk titi saat si kecil ini merengek. duh duh duh …

Powered by ScribeFire.